Wawako Solok Bersama BBPOM Sumbar Pantau Bahan Pangan di Pasaraya Solok

0
1

jakartamedia.co.id | Solok Kota – Pemko Solok telah membentuk Tim Koordinasi dan Tim Teknis Pengawasan Obat dan Makanan periode 2021-2025, dengan komposisi sebagai penanggungjawab Wali Kota Solok Zul Elfian Umar, SH, M.Si, pembina Wakil Wali Kota Solok Dr Ramadhani Kirana Putra, SE, MM.

Sebagai koordinator adalah Sekda Drs Syaiful A, M.Si, Wakil Ketua I Assisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Jefrizal, S.Pt, MT, Wakil Ketua II Kabag Perekonomian dan SDA Milda Murniari, S.Pd, Wakil Ketua III Kepala BBPOM Sumatera Barat Firdaus Umar, S.Si ,Apt, Sekretaris Kasubag Sumber Daya Alam Erbatsi Susmita, SE, MM, dan anggota dari jajaran OPD terkait.

Wakil Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra, bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang melakukan pemantauan Pasar pabukoan, toko-toko dan swalayan yang menjual bahan makanan dan obat-obatan di Pasar Raya Solok, Rabu (28/4).

Ramadhani Kirana Putra bersama Kepala BBPOM Padang, Firdaus Umar bersama
Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Bujang Putra, Kepala Dinas Pertanian Ikhvan Marosa, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok Ardinal, Kabag Perekonomian Milda Murniati dan beberapa kepala OPD menyusuri para pedagang yang berjualan di Pasar Raya tersebut.

Di lokasi pasar tersebut, BBPOM sengaja membawa langsung mobil uji klinik makanan, dimana beberapa sampel makanan langsung dibeli dan di uji di Mobil Klinik tersebut.

Ramadhani Kirana Putra mengimbau para pedagang yang berjualan untuk selalu menjaga kebersihan makanan, kebersihan tempat dagangan dan tidak menggunakan zat yang membahayakan konsumen nantinya.

”Dan yang tak kalah penting, para pedagang dan pembeli tetap mematuhi protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, terkhusus bagi yang menggunakan kertas koran sebagai alas makanan, mohon diganti. Karena koran tersebut tidak higienis dan tintanya dapat membahayakan konsumen yang memakannya,” jelas Ramadhani Kirana Putra kepada pedagang dan pembeli.
Dikatakan Wawako ditengah-tengah masa pandemi Covid-19 ditambah lagi tidak lama lagi akan mendekati lebaran, cenderung menjadi peluang terjadi pelanggar oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kondisi yang dirasakan masyarakat saat ini, yang merupakan dampak pandemi Covid-19 tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan hal-hal yang diluar ketentuan, seperti menjual produk yang telah habis masanya atau bahkan produk tiruan yang bisa merugikan konsumen. Tentunya dengan pengawasan dan pembinaan yang diberikan dapat meminimalisir terjadinya hal tersebut” kata Dhani.

Lebih lanjut Wawako mengatakan melalui sinergitas BPOM dengan Pemerintah Kota akan lebih memudahkan pengawasan obat dan makanan di daerah. Karena daerah memiliki keterbatasan baik dari sisi tenaga maupun peralatan.

Sementara itu, Kepala BPOM Sumbar Firdaus Umar menyampaikan bahwa pihaknya Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, Sumbar bersama Pemerintah Daerah Kota Solok, khususnya Dinas Koperindag, Koperasi dan UKM  Dinas Kesehatan dan unsur terkait lainnya, melakukan intensifikasi pengawasan pangan selama Bulan Ramadhan.

“Pengawasan dilakukan dengan metode sampling terhadap bahan pangan segar maupun circle (olahan). Dan jika ditemui bahan pangan yang tidak layak konsumsi seperti teridentifikasi mengandung zat kimia, expired, ijin edar, atau hal lainnya, kita arahkan untuk disisihkan dan tidak dijual lagi,” ujarnya.

Ditambahkan Firdaus Umar, dari pantauannya itu, ditemukan beberapa bahan pangan yang teridentifikasi / diduga mengandung bahan kimia dari uji vepat yang dilakukan pada mobil laboratorium BBPOM. Akan tetapi, menurutnya dugaan itu baru dari tes awal dan akan dipastikan melalui uji lab lebih lanjut di Labor BBPOM, Padang.

“Saat ini proses masih berlanjut, mudah-mudahan tidak ada ditemukan bahan berbahaya dalam pangan yang beredar di masyarakat kita,” sebut Firdaus.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Bujang Putra mengatakan bahwa guna mengantisipasi peredaran bahan pangan yang tidak layak konsumsi itu, Pemerintah Kota Solok telah mrlakukan pengawasan secara berkala, yang dilakukan rutin setiap minggunya.
“Setiap minggu kita turun melakukan pengawasan termasuk peninjauan harga, serta kesediaan bahan pangan,” ungkap Bujang Putra.

Sejauh ini, dari pantauan yang dilakukan, dikatakan Kadis Koperindag, Koperasi dan UKM, tidak ada ditemukan bahan pangan yang diduga tidak layak edar dan tidak layak konsumsi…(Roni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here