TANGKAP KASATKER PJN I JABAR , DIDUGA MANIPULASI PROYEK JEMBATAN GANTUNG KALIJATI, KPK SEGERA LIDIK

0
41

jakartamedia.co.id – Eforia Korupsi di Negara Indonesia Belakangan ini sangat marak dan riskan dilakukan oleh oknum-oknum pejabat publik, Mereka tidak pernah jera serta takut untuk bobol uang negara yang nota bene adalah uang rakyat  berbagai  peraturan dan kebijakan yang dibuat sebagai mekanisme dan prosedur ditabrak tanpa peduli bahwa hal itu adalah pelanggaran dan kejahatan pidana, Proyek-proyek pqemerintah yang bernilai Milyaran Rupiah dan Trilyunan dijadikan ajang Korupsi secara berkerumun, Beberapa LSM dan Pers di Jakarta dan Jawa Barat saat ini sedang gencar menyoroti kinerja BBPJN VI Jakarta – Jabar  yang di pimpin Hary Suko terkhusus Satuan Kerja PJN
I Jabar yang dikomandani Indra Rismawansyah pada proyek paket pekerjaan pembangunan Jembatan Gantung Kalijati gembongan, Pangkalan Bambu Linggarsari Bekasi Utara Jawa Barat Pada Tahun Anggaran 2019 yg diduga amburadul dan berbau Korupsi.

Salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang fokus melakukan investigasi dan terus menindaklanjuti Kasus ini adalah LSM Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) yang dipimpin oleh Andi Baharudin, SH. Dalam keterangannya ia berkata; Indra Kasatker yang bertanggung jawab atas ini terlalu tertutup dan tidak mau bertemu dengan kalangan LSM dan Pers, sehingga ini menimbulkan kecurigaan bahwa proyek ini penuh misteri dan banyak kelemahan dan kejanggalannya, beberapa hal yang kami soroti: Bahwa Pekerjaan ini mengalami dua kali perubahan dan secara otomatis adanya resiko denda keterlambatan dan Jaminan, namun Indra pun tidak bisa menjawab hal ini, ada apa sesungguhnya, Tandas Ketua LSM ini .

Media ini pun telah menyampaikan Konfirmasi kepada Indra, namun; sampai berita ini tayang Kasatker tidak pernah memberikan responnya tanpa sepatah katapun, Hari Suko pun selaku Kepala BPJN VI selaku atasan Indra saat dimintai pendapatnya setali tiga uang atau sama saja diam seribu bahasa, Fenomena umum dikalangan pejabat publik ketika tejadi dugaan penyimpangan di instansinya untuk lakukan gerakan tutup mulut.

Dalam realesnya LSM KAKI membeberkan dugaan penyimpangan proyek jembatan gantung ini yang telah menelan anggaran Rp. 11.946.546.000,-  dan pembangunannya belum selesai sesuai kontrak, khusus pada item erection penguatan Jembatan dan Lantai Jembatan serta soal inipun pembayaran akhir sisa yang belum diselesaikan semakin tidak jelas, apakah dibayarkan & berapakah yang harus dibayar, disinyalir anggaran tersebut bisa raib tanpa rimba.

Kordinator Divisi Investigasi Indonesian Corruption Watch (ICW) dalam pernyataan mengatakan pengadaan barang dan jasa proyek infrastruktur rawan untuk diselewengkan, pasalnya; Pengadaan barang dan jasa untuk infrastruktur tidak mengikuti peraturan presiden No.54/2010 sehingga tidak ada regulasi yang jelas untuk mengaturnya, pada hal peraturan tersebut sangat menekankan pada pengadaan yang efektif dan efesien karena tidak terikat pada perpres No.10/2010 oleh karenanya pengadaan barang dan jasa proyek-proyek infrastruktur jadi rentan untuk kerumunan korupsi pihak pihak terkait, sehingga perlu untuk diwaspadai oleh aparat penegak hukum, sudah sepatutnya KPK tidak hanya Fokus mengawasi transaksi proyek-proyek didaerah saja tetapi juga proyek-proyek dipusat karena proyek pusat sudah sangat rentan diselewengkan oleh pemangku kepentingan proyek tersebut.

Lebih Lanjut Ketua LSM Kaki menjelaskan kasus ini adalah sebuah insiden buruk bagi citra satker dan BPJN VI Ditjen Bina Marga Kemen PUPR dan LSM Kaki akan segera menindaklanjuti ke aparat penegak hukum, Jelas ini pelanggaran berat, sebab Terjadinya keterlambatan waktu yang berakibat sanksi denda yang belum dibayar akan mengurangi penerimaan Negara senilai Rp. 980.195.499.07,- dalam proyek ini, jelas Ini merugikan keuangan Negara, Kemanakah larinya uang denda ini, inilah tugas para penegak hukum untuk melacak, telusuri dan mempertanyakan, demikian Andi berujar .

Andaipun menambahkan Komisi Pemberantasan Korupsi segera turun tangan dan menyelidiki dugaan penyimpangan yang berorientasi korupsi ini, Telesuri mulai dari PPK , Satker dan Kepala Balai serta para penyedia jasa yang terlibat dalam proyek jembatan gantung ini, Sebab; Aroma Korupsinya sangat kental  dan bila sudah ditemukan cukup alat bukti periksa dan tangkap oknum-oknum yang bermain api dengan uang rakyat ini, Tandas Andi Geram .

Resistensi pengelolaan anggaran pendapatan belanja negara dalam Konteks kekinian sangat miris serta rawan dalam penggunaannya oleh para birokrat di republik ini, ini tidak saja kepada faktor peraturan ataupun regulasi yang ada tetapi terlebih adalah mental para pejabat publik yang sangat tipis dan tidak bermoral untuk mencuri uang rakyat, Padahal mereka memahami dan mengerti tenteng peraturan Presiden No.16/2018 bahwa akibat terlambatnya sebuah pembangunan akan berakibat hasil Pekerjaan tersebut tidak bisa dimanfaatkan tepat pada waktunya .

Terkait dengan Konfirmasi langsung kepada Kepala Balai Besar PJN VI Hari Suko Setiono ,Perihal ; Adanya Satu Unit Mobil atau Kendaraan Honda CRV Dengan Kode Bara Ng /NUP 3020101002 /17 senilai Rp 291. 000 . 000 ,-  yang diperuntukan sebagai Operasional Kantor BBPJN VI , Faktanya dikuasai dan digunakan oleh Pihak Lain , dan sampai Hari ini  Tidak ada Penjelasan Sama sekali Sehingga Berpotensi Raib dan Hilang Tanpa Rimba.

Suko Tidak bisa Bertanggung Jawab, Sela Kordinator Investigasi Korupsi Independen Budi Zubir  dan Jelas ini telah Merugikan Uang Negara Asset Negara Ditilep , Aparat Penegak Hukum Segera Bertindak untuk Menyelidiki dugaan Raibnya Kendaraan , Bila Hal ini  dibiarkan Pasti akan menjadi Preseden buruk bagi Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Ujar Budi Tokoh LSM ini .

Kalangan Pers dan LSM sangat menyayangkan sikap Kepala Balai dan Indra Satker PJN 1  yang tidak bisa memberikan Klarifikasi terkait dugaan penyimpangan tersebut ,

Hari Suko Hanya mengarahkan untuk menghubungi POIN , Pojok Informasi Terpadu yang merupakan Perangkat Informasi yang katanya efektif serta Efesien ,

Faktanya tidak bisa menjawab Konfirma si Media dan Tidak bisa Fungsional Sehingga berita ini Tayang . (EY) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here