“Pentingnya Edukasi Tentang Pengelolaan Sampah Bagi Kehidupan”

0
532

jakartamedia.co.id – Pengelolaan sampah atau waste management adalah sesuatu pengumpulan, pengangkutan,pemrosesan,daur ulang atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu material sampah yang dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, atau estetika.

Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam. Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat cair,padat,maupun gas. Menurut data yang pernah dipublikasikan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan jumlah rata-rata produksi sampah di Indonesia mencapai 175.000 ton per hari atau setara dengan 64 juta ton per tahun. Bila berdasarkan data tersebut, sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kilogram (kg). Bahkan menurut studi yang dilakukan oleh McKinsey, Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik nomor dua di dunia setelah Tiongkok. Hal ini masih kerap terjadi di Indonesia dikarenakan masih kurangnya kesadaran masyarakat tentang menjaga lingkungan yang berakibatkan pada kehidupan manusia juga.

Kurangnya kesadaran tersebut juga dikarenakan kurangnya edukasi tentang sampah. Karena banyak yang belum mengetahui apa itu sampah, apa itu pengelolaan sampah, apa penyebab sampah menumpuk lalu apa akibatnya. Sampah itu sendiri banyak sekali macam dan jenisnya. Mulai dari bentuk, dan cara penguraiannya.

Sebagai contoh, jenis sampah terbagi menjadi dua. Pertama, sampah padat (anorganik) sampah ini terdiri atas bahan-bahan anorganik seperti bahan logam,plastik,kaca,karet,dan kaleng. Mengapa disebut sampah anorganik, karena jenis sampah ini sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme yang ada di tanah. Sampah basar (organik) adalah sampah yang terdiri atas bahan-bahan organik, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, sisa makanan, daun dan lain-lain. Mengapa disebut sampah organik, karena sampah ini mudah diuraikan, tidak tahan lama atau cepat membusuk. Ini merupakan tahap awal dari pengelolaan sampah. Masih banyak dari kita yang mungkin sekira nya telah mengetahui tentang jenis sampah namun tidak mengerti cara pengelolaan nya dengan cara yang bertanggung jawab. Sehingga edukasi itulah yang harus diangkat dan didorong terlebih dahulu pada benak dan pemikiran manusia sehingga setelah mereka paham dan mengerti, otomatis mereka akan sadar tentang kesalahan yang mereka lakukan dan berniat untuk mengubah kebiasaan yang berdampak pada pengelolaan sampah tersebut.

Informasi yang diberikan bukan hanyalah pengertian, dampak dan lain lain, melainkan cara pengelolaan sampah yang mudah dan dapat dilakukan individu.  Edukasi ini yang sebaiknya diterapkan atau dijalankan di sekolah- sekolah, kantor, maupun fasilitas publik lainnya. Dilakukan dengan jumlah peserta yang tidak terlalu ramai agar efektif dalam penyampaian informasi nya kepada target peserta.

Edukasi ini sangatlah penting dan harus tetap berjalan agar dapat menghambat dampak besar yang terjadi apabila masih banyak dari kita tidak tahu dan melakukan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Dampak yang terjadi bila pengelolaan sampah terus terjadi terhadap keberlangsungan hidup manusia ialah semakin banyaknya sumber penyakit. Sampah yang tidak dikelola dengan baik, akan menarik banyaknya kuman-kuman dan hama seperti tikus, kecoak, semut, lalat yang dapat membawa kuman penyakit ke pemukiman. Selain itu, longsor akibat tumpukan sampah yang berasal dari terlalu banyak nya penimbunan sampah dilahan terbuka.

Pencemaran lingkungan juga kerap terjadi akibat dari pengelolaan sampah yang tidak baik. Pencemaran udara yang diakibatkan oleh pembakaran yang serampangan dan menimbulkan asap di udara. Pencemaran air yang diakibatkan oleh sampah atau limbah yang langsung dibuang ke saluran air tanpa diolah kembali. Dan pencemaran darat yang disebabkan oleh sampah yang ditumpuk dan dibiarkan tanpa ada tindakan lanjutan. Bila keadaan lingkungan sudah tidak baik dan tidak mendukung, kegiatan manusia sehari hari pun juga terhambat. Jika edukasi pengelolaan sampah ini dapat berjalan lancar, dapat memberikan manfaat dengan cara mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis atau dapat mengubah sampah agar menjadi material atau barang yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup. Sebagai contoh, disebut sebagai metode “pencegahan sampah”. Metode ini seperti penggunaan kembali barang bekas pakai, memperbaiki barang yang rusak, mendesain produk agar dapat diisi ulang atau digunakan kembali. Seperti tas belanja katun yang menggantikan tas plastik, mengganti pembelian minuman kemasan dengan membawa tempat minum sendiri.

Ada 3 tahapan mudah dalam pengelolaan sampah. Pertama, pemisahan jenis sampah antara organik dan anorganik. Kedua, kumpulkan dan berikan kepada pusat daur ulang karena sampah yang berbahaya seperti elektronik bekas yang dapat membahayakan lingkungan. Dan ke Tiga diet sampah plastik atau barang sekali pakai. Edukasi yang berjalan lancar dapat mengajak masyarakat atau konsumen untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai, contohnya kertas, tisu dan lain-lain. Edukasi yang cukup tentang pengelolaan sampah juga dapat menyadarkan masyarakat tentang keadaan lingkungan saat ini dan pasti ingin membantu merubahnya. Semakin banyak yang sadar akan keadaan lingkungan, semakin efektif juga dalam memperbaiki keadaan lingkungan hidup sekarang ini dan dapat membantu dalam menjaga keadaan lingkungan pada masa yang akan datang.

Write : Arifta Fatima

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here