Masyarakat Diaspora Flobamora Melakukan Unjuk Rasa Seribu Lilin

0
363

jakartamedia.co.id ,Jakarta – Unras (unjuk rasa) seribu lilin tanggal 29 Februari 2020, pukul 16.00 wib di Depan Istana Taman Pandang Jakarta, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh 300 orang Masyarakat Diaspora Flobamora dipimpin Kristoforus Nusa dan Epi Fina.
Para unjuk rasa menuntut agar meminta
– Mabes Polri membuka kembali kasus kematian Ansel Wora yang dihentikan Polda NTT, kasus ini sangat melukai rasa keadilan Masyarakat.
– Mabes Polri mencopot Kapolres Ende AKBP Muzayin dan Kapolda NTT Irjen Polisi Hamidin karena tidak mampu menuntaskan kasus ini.
– Presiden Joko Widodo memberi atensi khasus kematian Alm. Ansel Wora dan kasus2 lain yang merobek keadilan masyarakat NTT selama ini.
Ketua Garda NTT Yons Ebit mengatakan
telah terjadi ketimpangan hukum dihadapan kita, sehingga rasa kemanusian dan keadilan dirobek oleh kekuatan dan kepentingan sekelompok kaum borjuis. Mengapa polda NTT menghentikan penanganan kasus dugaan pembunuhan alm. Ansel Wora seorang ASN pada Dinas Perhubungan Kabupaten Ende. Provinsi NTT yang ditemukan mati secara tidak wajar?

Masyarakat Diaspora menyangkan keputusan langkah Polda NTT menghentikan perkara (SP3) ini bertolak belakang dengan aksi otopsi korban sebagaimana tertuang didalam visum Et. Repertium nomor: R/023/VeR/XII/2019/Pusdokkes tertanggal 18 Desember 2019 yerungkap fakta-fakta kesimpulan adanya luka robek pada puncak kepala akibat kekerasan tumpul, namun fakta ini tidak digunakan oleh Polisi untuk mengungkap peristiwa tragis ini.

disela orasinya Sensi Wangge Sekejen Diaspora Flobamora mengatakan:
Garda NTT akan berkoordinasi dan mendesak agar membuka kembali SP3 karena kasus ini harus dibawah ke rana Hukum.

Aksi tersebut berakir dengan membakar 1000 lilin diMonas pukul 18.00 wib. Mereka bubar dengan tertib serta tidak meninggalkan sedikit sampahpun. ( Ege Rasi DC )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here