Kecanduan Makanan Online : Praktis tapi Kritis

370
4608

Jakarta – Waktu tepat menunjukkan jam 12 siang, Auliya(19) yang sedang berkutik dengan tugasnya langsung menghentikan pekerjaannya. Auliya segera bergegas ke kantin kampusnya, hanya melihat-lihat sekitar dengan sebentar ia langsung mengeluarkan ponselnya dan sibuk mencari-cari sesuatu. Rupanya ia sedang mencari restaurant makanan dari aplikasi pesan-antar.

Perempuan dengan profesi sebagai Mahasiswi di Jakarta ini mengaku, bahwa hampir setiap hari ia menggunakan jasa aplikasi pesan-antar untuk memenuhi kebutuhan makan pagi,siang bahkan makan malamnya. Auliya juga berkata bahwa ini jauh lebih mudah dan praktis tanpa perlu mengantri apalagi dengan banyaknya promo yang di tawarkan oleh aplikasi tersebut membuat Auliya makin tergiur dengan Makanan Online ini.

Ternyata, kegemaran memesan makanan secara online tidak hanya melanda Auliya, tapi juga sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal tersebut dibuktikan oleh hasil riset Nielsen Singapura yang dirilis September 2019. Penelitian ini mengungkapkan, 95 persen masyarakat Indonesia lebih suka membeli makanan siap santap. Dari angka tersebut, 58 persennya memesan lewat aplikasi pesan-antar makanan online. Riset berjudul Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market itu melibatkan 1.000 responden yang tinggal di sejumlah kota besar, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Makassar. Tak hanya jumlah penggunanya yang cukup besar, frekuensi pemesanannya pun cukup sering. Rata-rata pengguna melakukan pemesanan makanan sebanyak 2-6 kali dalam satu minggu.

Tapi dengan kecanduan makanan online ini, banyak masyarakat yang tidak sadar dengan dampaknya, terutama pada kesehatan tubuh sendiri. Karena Makanan Online tidak hanya sekedar menjualkan makanan tetapi juga minuman, cemilan yang banyak sekali digemari oleh masyarakat milenial. Auliya sendiri mengaku walaupun ia sering menggunakan jasa Makanan Online tetapi ia tidak tahu bagaimana kondisi tubuh dia sendiri, ia merasa masih tetap sehat-sehat saja selama ia mengkonsumsi makanan tersebut.

Makanan Online menjadi candu terutama pada Milenial, dengan adanya jasa pesan-antar makanan ini justru membuat mereka menjadi malas untuk berjalan atau berpergian untuk mencari makanan/minuman. Bahkan tempat paling terdekat pun mereka sampai tidak ingin mengeluarkan effort-nya untuk berjalan ke resto tersebut. Apalagi pada saat ini yang menjadi tren dikalangan masyarakat adalah minuman Boba. Hampir semua outlet makanan/minuman menjual berbagai aneka dengan topping Boba ini. Tapi apakah mereka tahu dampak yang di hasilkan dengan mengkonsumsi Boba itu sendiri?

Minuman tinggi gula tersebut dapat mengakibatkan meningkatnya asam urat dan penyakit jantung Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Caitlin Batt, et al, sering mengonsumsi minuman manis lebih dari 2 kali per hari, dapat meningkatkan risiko terkena asam urat sebesar 1,78 kali pada pria dan 3,05 kali pada wanita. Hal ini disebabkan karena adanya kadar fruktosa dan kalori yang tinggi dan berlebih dapat memicu terjadinya peningkatan asam urat. Selain itu, adanya kandungan gula yang tinggi, dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Insulin merupakan hormon yang berfungsi untuk mengatur kadar glukosa dalam darah. Hal ini dapat mencetuskan terjadinya diabetes melitus tipe 2. Minum Boba secara berlebih juga dapat memicu peningkatan deposit lemak, peningkatan kadar trigliserida dan kolesterol yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas. Sehingga lambat laun hal ini menjadi pemicu terjadinya Stroke sejak usia muda.

Pola hidup seperti inilah yang tanpa di sadari Makanan Online memiliki dampak negatif bagi kesehatan tubuh sendiri. Pertama, Masyarakat tidak lagi memperhatikan bagaimana kandungan yang tersaji dalam makanan/minuman tersebut sehingga gula darah, kolesterol meningkat. Kedua, munculnya rasa malas yang pada akhirnya tidak diimbangi dengan olahraga dan aktivitas fisik lainnya sehingga racun-racun dalam tubuh tidak dikeluarkan. Ketiga, adanya promo yang ditawarkan oleh aplikasi pesan-antar tersebut membuat masyarakat tidak pikir panjang untuk terus-menerus memesan minuman seperti Boba yang padahal memiliki dampak negatif pada tubuh. Keempat, membuat minat belajar masak pun pupus sehingga tidak mau lagi repot-repot belanja ke pasar dan memasak. Kelima, tidak bisa menghemat/menabung karena harga untuk sekali pemesanan bisa mencapai 50-150rb. Sehingga mengakibatkan pola hidup yang kritis dalam segi kesehatan maupun keuangan.

Writer: Shiffa Salsabila

370 KOMENTAR

  1. That is really fascinating, You’re a very professional blogger.
    I’ve joined your feed and sit up for in the hunt for more of your great
    post. Additionally, I’ve shared your site in my social networks

  2. An intriguing discussion is definitely worth comment.
    I think that you should write more on this subject matter, it might not be
    a taboo matter but generally people do not speak about such topics.
    To the next! Kind regards!!

  3. Thanks for one’s marvelous posting! I truly enjoyed reading it, you’re a great author.I
    will remember to bookmark your blog andd wwill eventually come back frkm
    now on. I want to encourage you to ultimately continue your great job, have a nice day!

    Here is my webb blog; TheIndianTimes

  4. Great blog! Do you have any helpful hints for aspiring writers?
    I’m planning to start my own sit soon but I’m a
    little lost on everything. Would you propose starting with
    a free platform like WordPress or go ffor a paid option? There are so mqny
    options out there that I’m totally confused ..
    Any recommendations? Kudos!

    my blog: TheIndianTimes

  5. Do you have a spam issue on this blog; I also am a blogger, and I was wanting
    to know your situation; many of us have developed some nice practices and we
    are looking to exchange techniques with others, be sure to shoot me an email if interested.

  6. It’s a shame you don’t have a donate button!
    I’d without a doubt donate to this outstanding blog! I suppose for now i’ll
    settle for book-marking and adding your RSS feed to my Google account.
    I look forward to new updates and will talk about this website with my Facebook group.
    Talk soon!

    Visit my web blog – basalam (Marcelo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here