Inovasi: Menabung Sampah Jadi Rupiah di Bank Sampah Saat Pandemi

3
26

jakartamedia.co.id | Di masa pandemi yang sudah lebih dari 8 bulan ini telah melahirkan sederet kebiasaan baru. Salah satunya tampak pada kebiasaan masyarakat yang memanfaatkan jasa pengantaran makanan atau minuman. Karena sejak covid-19 ini menyebar telah banyak restoran atau cafe yang meniadakan layanan makan atau minum ditempat. Hal ini menyebabkan penggunaan plastik meningkat sementara daur ulang sampah telah menurun.
Hal ini juga dirasakan oleh Warsono, seorang Ketua RT yang merasa semenjak Pandemi ada, jumlah sampah yang ada dilingkungannya bertambah banyak.
Oleh karena itu, Ia melakukan terobosan baru bersama warganya untuk mengurangi jumlah sampah yang beredar dilingkungannya. Ia bekerjasama dengan donatur dari warga setempat bernama Sabar Riyanto dengan dibantu swadaya masyarakat untuk mendirikan Bank sampah. Bank sampah ini diberi nama Bank Sampah Sabar Mandiri (BSSM). BSSM ini diresmikan pada tanggal 2 Oktober 2020 oleh Kecamatan setempat. Dan dalam 3 bulan terakhir dari peresmiannya, BSSM telah berhasil merangkul sebanyak 45 nasabah.
Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Bank sampah ini merupakan sistem pengolahan sampah secara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan aktif di dalamnya.

“Tujuan Bank sampah ini adalah untuk mengurangi sampah yang berserakan dimana-mana.” Kata Warsono saat diwawancarai di Bank Sampah Sabar Mandiri, Minggu (13/12).
Ketua RT Warsono yang juga termasuk kedalam pengurus di BSSM ini menuturkan bahwa BSSM ini adalah salah satu program kesejahteraan warga setempat yang nantinya akan dialokasikan hasil penjualan sampahnya untuk membantu warga yang berhak menerima seperti anak-anak yatim, janda dan dhuafa. Tiap warga yang menyetorkan sampah ke BSSM ini akan diberi buku tabungan yang menandakan bahwa mereka sudah tercatat sebagai nasabah. Jadi, ketika warga menyetorkan sejumlah sampah ke BSSM, sampah itu akan ditimbang dan dicatat didalam buku tabungan. Perhitungannya adalah tiap 1 Kg sampah yang disetor bernilai Rp. 1000,00.

“Tidak semua sampah kami terima di BSSM ini, hanya sampah-sampah Non-Organik seperti botol-botol plastik, besi, tembaga, kertas, atau sejenisnya yang kami terima.” Katanya, “dan di BSSM ini ada bagian yang khusus menjemput, menimbang, memilah dan mencatat setiap sampah yang masuk. Dan untuk penjemputan sampah, kami membuka layanan ini di hari Sabtu dan Minggu” Tambahnya.
Ia juga memberi tahu sistem kerja di BSSM ini, yaitu:
1. Warga yang ingin menjadi nasabah harus menyetorkan sampahnya kesini.
BSSM menawarkan pelayanan Jemput Sampah (JS) bagi warga yang mau sampahnya diambilkan. Tetapi banyak juga warga yang datang ke BSSM dan menyetorkan langsung sampahnya.
2. Setelah sampah sampai di BSSM, kemudian sampah itu akan ditimbang.
3. Kemudian dicatat.
BSSM akan memfoto hasil timbangan dan catatan tersebut untuk dikirimkan ke warga yang sampahnya dijemput via WhatsApp. Dan bagi warga yang menyetor langsung, ia dapat melihat sendiri sampahnya ditimbang dan kemudian dicatat kedalam buku tabungan milik nasabah tersebut.
4. Setelah itu, sampah akan dipilah-pilah.
Sampah yang telah ditimbang dan dicatat akan dipilah untuk dicari mana yang masih layak jual mana yang tidak.
5. Dijual
Tidak langsung dijual, sampah-sampah itu akan disimpan di BSSM untuk dikumpulkan sampai mencapai batas berat tertentu dan jika sudah mencapai batasnya barulah sampah-sampah itu dijual.
6. Berbagi
Seperti sudah dikatakan diatas, bahwa selain untuk mengurangi sampah yang berserakan. BSSM ini juga membagi hasil penjualan sampah-sampah tersebut kepada orang-orang yang layak menerimanya seperti anak-anak yatim, janda dan dhuafa.

Salah seorang Ibu Rumah Tangga yang menjadi nasabah BSSM, Titin Fatimah memberikan alasan mengapa Ia tertarik untuk bergabung menjadi nasabah, “Karena menurut saya ini adalah program yang baik, yang biasanya sampah hanya dibuang atau dibakar tanpa menghasilkan uang, justru malah merugikan orang lain dari asap yang timbul akibat sampah-sampah yang dibakar.” Ujarnya, “Meski 1 Kg sampah bernilai Rp. 1000,00 tetapi ini masih lebih baik daripada harus membuang atau membakar sampah-sampah yang saya miliki.” Lanjutnya.
Ya, Bank sampah ini merupakan salah satu cara untuk menerapkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan yang akan merugikan makhluk hidup lainnya. Terbukti, Warsono telah berhasil menerapkannya dan membuat sampah-sampah dilingkungannya menjadi berkurang hari demi hari.
“Saya berharap dengan adanya BSSM ini sampah-sampah akan semakin berkurang dan juga dapat membantu warga untuk mendapat penghasilan sampingan dengan cara menabung sampah. Karena Pandemi ini telah memberikan banyak sekali dampak bagi masyarakat seperti dirumahkannya para pekerja bahkan sampai ada yang di-PHK. Semoga BSSM ini dapat membantu persoalan sampah dan ekonomi yang dirasakan warga.” Pungkasnya.

 

Abdul Rachman Hakim

3 KOMENTAR

  1. Sukses selalu bapak semoga masyarakat banyak yg menabung dan menjadi nasabah diBSSM dan semoga banyak warga yg peduli akan lingkungan agar lingkungan sehat dan indah✨

  2. I blog quite often and I seriously appreciate your content. Your article has truly peaked my interest. I will take a note of your website and keep checking for new details about once per week. I opted in for your Feed too. [url=http://universoadministradora.com.br/index.php?option=com_k2&view=itemlist&task=user&id=592196]view details[/url]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here