Evakuasi Korban Penambang Emas Terkendala Cuaca Dan Lumpur

0
1

Jakartamedia.co.id | Kotawaringin Barat – 
Musibah yang menimpa para penambang emas yang membuat lubang dengan kedalaman 65 meter dan terowongan sepanjang 150 meter secara manual. Para pekerja tambang emas ini berasal dari Desa Salopa Tasikmalaya Jabar. Di Sungai Seribu Rt 06 Kel. Pangkut Kecamatan Arut Utara Kobar menurut Camat Aruta Muhammad Ikhsan. Jum’at (20/11/2020).

M. Ikhsan mengatakan mendapatkan laporan staf Kelurahan Pangkut terkait warga yang melaporkan adanya korban penambang emas. Adapun kronologis kejadian bahwa pada hari Kamis 19 Nopember 2020 jam 08.00 Wib, 10 orang para penambang emas ini bekerja seperti biasanya masuk kedalam lubang. Kemudian pada jam 10.00 WIB 2 orang pekerja menyusul ke dalam lubang karena ada luapan air dari dalam terowongan yang mengejar mereka maka 2 orang ini bergegas naik ke atas lubang, katanya.

Kemudian warga sekitar membantu untuk memompa air dan disusul oleh TNI/Polri, kemudian Tim Sar langsung di Pimpin Bupati Kobar Hj. Nurhidayah, jelasnya.

Sampai saat ini ada 3 orang korban yang sudah di evakuasi dan langsung di bawa ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, terangnya.

“Tim SAR menghentikan sementara pencarian korban lainnya dilanjutkan jam 08.00 besok pagi, karena terowongan di dalam lubang
masih dipenuh air dan lumpur dan terus di sedot pakai pompa dan cuaca kurang mendukung adanya hujan dan angin,” katanya.

Salah satu warga di sekitar tempat kejadian yang tak mau disebutkan jati dirinya menuturkan bahwa diduga di dalam terowongan pada lubang ini terjadi ambrulnya tanah karena di sekitar terowongan ini ada bekas terowongan dari lubang terdahulu yang tidak di kerjakan lagi sehingga di penuhi air dan lumpur. Kemudian dinding terowongan yang di kerjakan para korban ini tidak mampu menahan desakan air dan lumpur, akhirnya menggenangi di lubang para korban tersebut, tuturnya ( ok.s ),

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here