Ditjen PSP Kementan Ingin Jadikan Pertanian Indonesia Yang Mandiri

0
126

jakartamedia.co.id | Jakarta – Perencanaan Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy sudah mulai dijalankan.

Pernyataan Dirjen Pertanian Sarwo Edhy pada waktu lalu mengenai pertanian indonesa tidak harus terus bergantung pada impor dan Sarwo Edhy juga menyatakan kita harus bisa mandiri, ini akan segera diterapkan olehnya.

Untuk mencapai kemandirian pada pertanian Indonesia, Sarwo Edhy menerapkan dengan cara 4 aspek prioritas yang juga sudah disampaikan oleh Dirjen PSP Sarwo Edhy sebelum digelarnya rapat teknis.

Pertama, kata Sarwo, adalah gerakan nasional peningkatan produktivitas dan produksi komoditas pertanian serta sumber daya manusia (SDM) pertanian.

“Kedua, peningkatan efisiensi dan pengembangan kawasan berbasis korporasi. Kemudian yang ketiga, yakni pengembangan dan penerapan mekanisme serta akselerasi pemanfaatan teknologi,” tambahnya.

Adapun fokus keempat, merupakan ekspansi pertanian melalui perluasan dan atau pemanfaatan lahan, termasuk di antaranya rawa, lahan kering, dan sub optimal lainnya, serta penyediaan air, seperti irigasi, embung, dan bangunan air lain.

Pada kesempatan tersebut, Sarwo mengatakan, dukungan aspek prasarana dan sarana pertanian diaktualisasikan melalui kebijakan-kebijakan strategis Ditjen PSP Kementan tahun anggaran 2021.

“Kebijakan strategis ini, antara lain Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), optimalisasi lahan dan rawa, serta pengembangan food estate,” katanya.

Pada rapat teknis yang digelar di Solo Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy menjelaskan, Ratek ini mempunyai dua tujuan. Pertama, mendetailkan strategi percepatan pelaksanaan kegiatan lingkup Ditjen PSP TA. 2021. Kedua, menyepakati kebijakan relokasi kegiatan dan komitmen daerah terkait kesanggupan melaksanakan kegiatan lingkup Ditjen PSP.

Beliau juga memberikan apresiasi kepada seluruh satuan kerja baik pusat dan daerah serta stakeholder terkait atas capaian kinerja pembangunan pertanian tahun 2020. “Capaian kinerja ini agar dapat dijadikan tolak ukur untuk target pencapaian kinerja TA. 2021,” ujar Sarwo Edhy saat membuka Ratek.

Menurutnya, peran Kepala Dinas baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota menjadi kunci sebagai akselerator sinergitas program Kementerian Pertanian dengan program pendukung lainnya di daerah. (Eko,Azi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here