Desa Karang Agung Kirim 25 Kader Stunting Guna Mengikuti Pelatihan

0
7

Jakartamedia.co.id | Muba – Desa Karang Agung kecamatan Lalan mengirimkan 25 kader desanya untuk mengikuti pelatihan Stunting ,bertempat di ruang kelas SD Negeri Bandar Agung kecamatan Lalan Jum,at ( 4/12/20)

Kades Karang Agung kecamatan Lalan Arifin mengutarakan pada awak media
suatu kebanggaan bagi kami masyarakat desa Karang Agung, terutama para peserta kader yang mengikuti Pelatihan Stunting dikarnakan kepala dinas PMD Richard Cahyadi turun langsung menjadi narasumber.

Richard sebelum menyampaikan materi Stunting terlebih dahulu menyampaikan pesan dan salam dari Pak Alex Noerdin Mantan Bupati Muba dan Gubernur Sumsel dua priode serta menyampaikan Salam dari Bupati Muba Dodi Reza Alex Nuorden.

Kades berharap pada peserta yang mengikuti pelatihan Stunting dapat menimba ilmu dan pengalaman yang nantinya dapat terserapkan pada masyarat tentang Stunting.

Arifin menyebutkan peserta yang mengikuti pelatihan Stunting ini sebanyak 25 orang terdiri dari kader pos Yandu 8 orang, KPM 4 orang, ibu PKK dan Kader PKK 6 orang, Guru Paud 4 orang, Bidan desa 1 orang dan Ibu Balita 2 orang,” jelasnya

Ketua PPK desa yang pada saat itu menjadi peserta Stunting mengatakan dengan mengikuti program stunting ini ,kami dapat mengetahui makna dari apa stunting itu, bagai mana ciri- ciri seseorang anak itu megalami gizi buruk dan bagai mana cara kita menangani dan membantu anak – anak yang kekurangan gizi, baik itu program dari posyandu ataupun juga kami dapat menerapkannya pada orang tua balita, dan dengan adanya program stunting ini kami lebih mengerti serta memahaminya.

Sebagai ibu PKK desa yang mengikuti stunting dapat pembelajaran makna dari stunting ini , nantinya kami juga akan menerapkan program ini pada orang tua balita ,” ungkapnya.

Menurut Richard, materi Stunting yang perlu disampaikan meliputi, materi kesehatan serta materi pola hidup sehat materi pola bersih dan sebagainya.

Pemerintah desa memiliki sumber dana
Stunting ini terjadi dari ada tiga yang bersumber dari APBN yaitu dari pusat yaitu dana desa ( DD) dan ada dari dana yang bersumber dari kabupaten ( ADDK) serta dana bersumber dari pendapatan yang lainnya dan semuanya itu sah menurut UU, yang akurat yaitu dana yang diterimah oleh pusat dan yang kita bahas sumber dana yang bersumber daei pusat yaitu dana desa.

Lanjut Richard, masa kehamilan sampai dengan 1000 hari masa pertumbuhan akibat kurang gizi, kurang ASI dan asupan makanan. Adanya kasus tersebut pemerintah berharap Dana Desa-lah solusinya karena kita ketahui stunting menjadi persoalan Nasional bukan hanya peroalan di daerah kita saja, ucapnya.

Dijelaskan Richard, Tahun 2019 angka pertumbuhan stunting di Indonesia ini 37% ditahun 2020 ini menjadi 26 sampai dengan 27 % berarti angkanya menurun. Harapan Presiden kita kedepannya Stunting ini Zero % akibat Stunting ini negara dirugikan 300 triliun pertahun.

( ADV Mitra desa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here