DANDIM SIKKA & BUPATI SIKKA MENERIMA DAN MENYAMBUT KEDATANGAN MENTERI KESEHATAN RI DAN BESERTA ROMBONGAN TIM MEDIS TNI/SIPIL DI KAB. SIKKA DALAM RANGKA KLB (KEJADIAN LUAR BIASA) DBD

0
160

jakartamedia.co.id – Komandan Kodim 1603/Sikka, Letkol. Inf. M. Zulnalendra Utama,S.Ip., bersama Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos.,M.Si dan Forkopimda Kab. Sikka menerima dan menyambut Kedatangan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Letjend. TNI. (Purn). dr. Terawan Agus Putranto dan Mayjend. TNI. Bambang DH ( Kapuskes TNI) beserta rombongan tiba di Bandara Frans Seda, Maumere, Kabupaten Sikka Senin (9/3) pukul 13.40 Wita. Menkes didampingi anggota DPR RI, Melki Lakalena.

Dalam rangka melihat secara langsung keadaan dan kondisi para pasien DBD di Kab. Sikka dimana dampak dari Status KLB (Kejadian Luar Biasa) DBD Kab. Sikka yang akhir-akhir menelan korban jiwa sebanyak 14 Orang meninggal dan 1.195 Kasus DBD di Kab. Sikka yang dinyatakan sembuh dan sehat sebnayak 1.065 Orang.

Senin, 09 Maret 2020. Rombongan Menkes RI juga berkesempatan meninjau langsung Korban/Pasien DBD yang dirawat di RSUD. TC. Hillers Maumere, sambil menanyakan secara langsung akan kondisi serta memberikan semangat dan motifasi baik itu pasien DBD maupun dokter serta tim medis yang menangani langsung DBD di RSUD. TC. Hillers Maumere. Menkes RI membawa bantuan, antara lain 1 buah mesin foging, 75 buah raket elektrik, 30 liter insektisida, 100 test RDT Combo DBD untuk memerangi DBD di Sikka.

Tim dokter TNI/Sipil serta tim medis yang melayani penanganan DBD di wilayah Kab. Sikka di tiga (3) Rumah Sakit yakni RSUD. TC. Hillers Maumere, RS. Santo Gabriel Kewapante, RS. St. Elisabeth Lela, Puskesmas Lekebai (salah satu korban yang bernama Theresia Elvina De’e bocah berusia 9 tahun asal Wolomoto, Desa Dobo Nuapuu, Kecamatan Mego meninggal akibat DBD saat dirujuk dari Puskesmas Lekebai ke RSUD Tc. Hillers Maumere, kondisi korban dengan DHF grade 1) dan beberapa Puskesmas lainnya.

Disela kunjungannya ke NTT Menkes RI menuturkan, salah satu penyakit yang justru lebih mematikan adalah demam berdarah dengue ( DBD) . Ini yang nyata, kita lihat saat ini paling mengancam jiwa manusia. Kita bahas dan bicarakan Bahwa permasalah di Indonesia bukan hanya corona, tapi ada penyakit yang justru lebih mematikan dan lebih berbahaya yaitu DBD. ( Ege Rasi DC )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here