Bosar Pasaribu Wajib Diperiksa KPK Terkait Proyek Di BBPJN IV Jambi

0
2

jakartamedia.co.id | Beberapa insiden kasus Korupsi yang terkait dengan Kepala Balai Jalan pada Ditjen Bina Marga PUPR sungguh fenomenal , Uang Rakyat dilibas dan digerus sampai Ratusan Milyar Rupiah,namun hal ini tidak membuat Jera para oknum pejabat tersebut.

Belakangan ini pun sudah terdeteksi di BBPJN IV Jambi dibawah kepemimpinan Bosar Pasaribu selaku kepala Balai terkait adanya dugaan penyimpangan anggaran Proyek di PJN satu Kepulauan Riau sebesar Rp. 944.921.568.000.

Dan Faktanya hanya sejumlah Rp.888.707.335.000. yang terealisasi , saat hal ini di Konfirmasi Bosar Pasaribu hanya menjawab ini urusan PJN di Riau tanpa memberi tahu lebih lanjut.

Apakah ini sebuah bentuk dari sikap seorang kepala Balai dan pejabat Publik , dengan seenaknya melempar tanggung jawab yang menjadi kinerjanya.

Rexon Pasaribu dari LSM Indonesia sorot Korupsi membeberkan perihal Proyek tersebut Dimana terdapat salah satu item pekerjaan yang seharusnya telah diperhitungkan sebagai biaya umum atau sudah menjadi tanggung jawab penyedia.

Namun dalam Pembayaran Sebesar Rp.221.572.000. Direalisasikan Satker PJN satu, aelanjutnya pada PJN II telah terjadi pembayaran permasalah terhadap dua Paket Kerja Konsultasi pembayaran biaya langsung Non Personil dengan uraian Paket 15 , Core Team Consultan Perencanaan danp engawasan jalan Nasional Provinsi Riau Tahun 2018 , Pekerjaan dilaksanakan oleh PT.DK melalui kontrak perjanjian No: HK.02.03./SP/ppk- PWS/57 . Tertanggal 01 febuari 2018 sejumlah Rp 2.701.991.000.

Tetapi dalam faktanya terjadi pembayaran Personel Rp.372.340.000. yang tidak Jelas serta Tidak didukung bukti pertanggung jawaban yang sesuai dengan Aturan ,
Seperti mobilisasi serta demobilisasi, perjalanan Dinas , fasilitas kegiatan, survey dan pelaporan.

Lebih lanjut Rexon juga mengatakan perihal adanya tagihan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan atas biaya personel sejumlah Rp. 1.346.950 .000. atas Pekerjaan sebesar Rp. 2.848.615 .000,- untuk Kontrak No: HK.02.03./SP/P2JN-ppk/VI/2017/209. Pada Tanggal 14 Juni 2017 , demikian Keterangan Pers yang di Ungkap LSM Indonesia Sorot Korupsi .

Resistensi pengelolaan anggaran proyek Pada BBPJN VI memang sudah rawan dan mengkwatirkan, baik dahulu apalagi saat ini , Sudah waktunya.

Aparat penegak hukum mulai dari Kepolisian, kejaksaan maupun KPK segera bertindak tegas dan berani menangkap para pejabat yang main – main dengan anggaran
APBN.

Bosar Pasaribu harus menjadi Target operasi dan segera diperiksa aparat Hukum sehingga uang Rakyat dapat diselamatkan.

Pejabat : Bosar Pasaribu
LSM. : Rexon Pasaribu
Persnya : Barito Pasaribu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here