Bongkar Kejahatan Bank NTB Syariah Sebagai Sarang Mafia Keuangan Rakyat

0
2

jakartamedia.co.id | Deretan kejahatan korupsi dan penyalahgunaan keuangan rakyat yang terjadi di Bank NTB dari tahun ke tahun semakin meraja lela dan masif dilakukan.

Beberapa kasus dan kejahatan yang sudah di tangani oleh Aparat Penegak Hukum belum mampu menyadarkan para mafia di BANK NTB SYARIAH, dengan tetap eksis melakukan kejahatan dengan berbagai modus operandi.

Modus Operandi di Bank NTB

Pertama, Di duga kuat adanya perampokan uang nasabah dengan cara mengambil dan mengalihkan uang Transfer di rekening Nasabah yang dilakukan oleh oknum PUSPA PARHIYANTI Selaku Penyelia pelayanan non tunai di Kantor Cabang Pejanggik sejak tahun 2013 hingga bulan Januari 2021 (Bank NTB Syariah Cabang Pejanggik)
Kedua, Total kepingan rupiah yang dikumpulkan oleh PUSPA sejak 2013-2021 yang diduga kuat dilakukan bersama komplotannya di BANK NTB Syariah sebesar Rp. 10 miliar lebih.
Tiga, Dalam melanggengkankan kejahatannya Selama 8 Tahun, jika ada NASABAH yang melakukan Komplain tentang keterlambatan masuknya uang di rekening maka PUSPA akan segera mengganti uang nasabah dengan menggunakan uang yang bersumber dari Pos lain yang ada di BANK NTB Syariah. (Keuntungan dan laba Bank merosot).
Empat, Kejahatan PUSPA yang diduga kuat dilakukan dengan kroni kroninya di Bank NTB Syariah TERBONGKAR dan diketahui setelah adanya pergantian posisi atau jabatan internal Penyelia Pelayanan Non Tunai di Kantor Cabang Pejanggik dan saat ini untuk menghilangkan jejak, oknum PUSPA diduga sengaja di suruh untuk berpura pura sakit GILA oleh managemen Bank NTB Syariah.

Demi Menyelamatkan Uang Rakyat NTB :

Pertama, Mendesak Gubernur NTB sebagai pemegang Saham Pengendali PT Bank NTB Syariah untuk segera melakukan Evaluasi Menyeluruh terhadap kinerja DIREKTUR UTAMA dan jajaran DIREKSI PT Bank NTB Syariah sebelum dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada akhir bulan maret 2021 ini karna diduga kuat untuk mengganti uang nasabah yang jumlahnya Rp. 10 miliar lebih akan menggunakan keuntungan atau Laba Bank., artinya Laba Bank Merosot.

Kedua, Mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) Polda NTB dan Kejati NTB untuk segera melakukan penyelidikan dan memanggil para pihak agar penyelewengan uang rakyat di Bank NTB Syariah segera dituntaskan karna tidak tertutup kemungkinan modus operandi yang sama terjadi Di kantor Pusat dan seluruh cabang BANK NTB Syariah .

Tiga, Mendesak Gubernur NTB Untuk mengembalikan Tiga Penghargaan tahun 2020 karena diduga kuat diperoleh dengan cara manipulatif, antara lain TOP Pembina BUMD 2020 kepada Gubernur DR. H. Zulkieflimansyah, TOP BUMD Awards 2020 # BPD # Bintang 4 kepada Bank NTB Syariah, dan TOP CEO BUMD 2020 untuk Direktur Utama Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo.

Empat, Mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB untuk segera melakukan Pemeriksaan terhadap dugaan penyelewengan uang nasabah yang diduga kuat dilakukan oleh Puspa Parhiyanti selaku Penyelia Pelayanan Non Tunai., Dan kuat Dugaan Direktur Utama, Jajaran Direksi dan Satuan Pengawas Internal (SPI) ikut bersekongkokol dalam pusaran penyelewengan uang nasabah karena terjadi pembiaran selama bertahun tahun dan terjadi kelalaian yang disengaja dan dipelihara

Lima, Mendesak Gubernur NTB Untuk segera mencopot dan menonaktifkan Direktur Utama, Jajaran Direksi, PT Bank NTB Syariah, mencopot dan menonaktifkan Kepala Kantor cabang Pejanggik PT Bank NTB Syariah.,
Enam, Atas Dugaan Kejahatan dan Mafia Perbankan PT. Bank NTB Syariah maka Koalisi LSM dan Masyarakat Sipil Daerah akan segera melaporkan secara resmi atas Dugaan Pelanggaran Hukum dan akan Menyuarakan kepada Publik dan para Nasabah di 10 Kabupaten Kota untuk waspada dan berhati hati dalam melakukan transaksi keuangan Di PT. BANK NTB SYARIAH. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here