Pemda Kobar Akan Mengatur Air Limbah Domestik

0
5

Jakartamedia.co.id | Kotawaringin Barat –
Diselenggarakannya acara, Workshop Daerah Terkait Kegiatan Pendampingan Penyusunan Rancangan Perda Tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kegiatan workshop hari ini dibuka langsung oleh Bupati Kobar Hj. Nurhidayah. Dan nampak hadir
Setda Kabupaten Kotawaringin Barat, Kadis PUPR Kobar, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Kalimantan Tengah, Pimpinan BRI dan Bank Kalteng Cabang Pangkalan Bun, Pimpinan hotel dan restaurant, Real Estate Indonesia (REI) Pangkalanbun, beserta tim penyusun Pokja. Pelaksanaan acara ini di Ballroom Hotel Arsella. Kamis, (03/12/2020)

Usai acara, Bupati Kobar Hj. Nurhidayah mengatakan kepada sejumlah awak media bahwa,kegiatan hari acara ini dalam rangka kita mempersiapkan, untuk membuat satu rancangan peraturan daerah berkaitan dengan pengelolaan air limbah domestik.

Seperti yang kita ketahui hukum alam, setiap bertambahnya penduduk tentunya akan bertambah juga pemukiman penduduk, yang perlu kita antisipasi ke depannya. Bagaimana pemukiman masyarakat ini selalu terjaga lingkungannya terutama air limbah domestik ini,

“karena ini tidak menutup kemungkinan dengan makin bertambahnya pemukiman, dari mulai saat ini kalau kita tidak persiapkan untuk ke depan maka akan menerima dampak dari pencemaran lingkungan, oleh sebab itu Pemerintah Daerah lebih awal untuk menjaga kondisi kondisi terutama bagaimana kita siapkan, bahkan dengan sudah adanya perda ini sebagai acuan kita pada saat memberikan izin mendirikan bangunan,” katanya.

Selang beberapa waktu kemudian ditambahkan,
Kepala Dinas PUPR Kobar, Juni Gultom mengatakan bahwa, pencemaran lingkungan yang diakibatkan dari Air Limbah Domestik ini, terutama di beberapa sungai yang ada di Kabupaten Kobar, kendati masih berada dalam ambang batas normal namun sangat tinggi.

“Saya menghimbau kepada segenap lapisan masyarakat dan para pengusaha home industri di Kabupaten Kobar agar tidak membuang air limbah domestik ke sungai, karena pencemaran terhadap lingkungan, khususnya sungai yang ada di Kabupaten Kobar, sehingga air di beberapa sungai tidak bisa digunakan dan dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat, karena harus diproses terlebih dahulu,” terangnya.

Selanjutnya Juni Gultom menyampaikan untuk inovasi kedepan Kabupaten Kotawaringin Barat akan meningkatkan peran dalam kerangka kolaborasi dengan siapapun untuk membangun Kobar lebih baik, dari pihak swasta investor, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat dan bahkan bantuan-bantuan dari mana pun kita akan berupaya untuk membangun beberapa inovasi yang sudah kita rencanakan, pungkasnya. ( Ok.Rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here